Saya kadang suka gemes kalau melihat kiriman-kiriman pesan HOAX, khususnya dari platform WhatsApp. Kata HOAX sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti "berita bohong". 

Kalian mungkin pernah mendapatkan pesan seperti ini dari kiriman teman maupun dari grup-grup WA. Kurang lebih begini isi pesannya.


1. Gratis kuota 30GB selama lockdown

Dapatkan kuota sebesar 30gb selama lockdown untuk menekan penyebaran virus covid-19

Saya sudah claim sekarang giliran anda

Dapatkan segera disini : 

https://bit(dot)ly/2R30CGp


2. KUOTA 100GB GRATIS SELAMA LOCKDOWN COVID-19(VIRUS CORONA)

Dapatkan kuota sebesar 100gb selama lockdown untuk menekan penyebaran virus covid-19

 Saya udah mendapatkannya ,klik link dibawah ini: 

https://www.kuota-100g(dot)cf/


3. Koneksi Internet GRATIS 20 GB. 

Dapatkan 20 GB internet gratis selama 60 hari untuk setiap operator seluler. 

Saya baru saja mengaktifkan saya

https://whatscoupon(dot)club/id-20gb


4. Daftar Prakerja Sekarang

Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja 

Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. 

Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan 

Langkah untuk mendaftar Prakerja 

 -Kunjungi situs web di bawah ini  

 -Isi formulir data diri 

 -Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp 

Bantuan akan dikirim melalui rekening bank 

harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

https://happy-07(dot)xyz/job/index.html


5. Indomaret memberikan 5000 voucher gratis senilai Rp 2.000.000 untuk merayakan ulang tahun ke-30. Saya baru saja menerima voucher saya

https://t(dot)co/i13UEs27Md


6. WOW! 

Perayaan hari jadi Adidas

Adidas menawarkan 3100 Sepatu Gratis, T-shirt dan Masker untuk semua orang

Menerima instruksi:

-Masing-masing hanya dapat berpartisipasi sekali

-Kuantitas terbatas, siapa cepat dia dapat

-Acara ini tidak membutuhkan biaya apapun


7. Dapatkan milik Anda di sini GRATIS 

 http://adi-das3(dot)vip/?th=adx


8. https://adidas-usa.net/tenis-gratis-di-masa-isolasi


Beberapa contoh pesan HOAX tersebut, saya dapatkan selama masa pandemi sedang panas-panasnya di Indonesia. Sebetulnya, contoh diatas lebih tepatnya disebut web phising. 

Namun, penggunaan istilah "HOAX" lebih melekat untuk semua kalangan. Meski begitu, kedelapan contoh pesan diatas juga termasuk HOAX karena bersifat informasi palsu/bohong.

Baik, lanjut ke poin utama tulisan ini yaitu mengenali HOAX-HOAX. Ini adalah cara-cara yang biasa saya terapkan untuk mengidentifikasi isi pesan di WhatsApp itu HOAX atau tidak. Bagaimana caranya? Silahkan simak penjelasan berikut ini


LIHAT SITUS YANG DITUJU



Seperti yang saya singgung diawal, bahwa kedelapan contoh pesan diatas termasuk web phising. Sederhananya, web phising yaitu situs yang dirancang dan digunakan untuk mencuri data pribadi seseorang.

Kalau menurut Wikipedia, phising (pengelabuhan) diartikan sebagai suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang tepercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik atau pesan instan.

Dari kedelapan contoh pesan diatas, semuanya ada situs yang dituju. Situs itulah yang dijadikan media untuk melakukan phising. Untuk mengetahuinya, perhatikan bahwa 

-apabila situs yang dituju berupa pemendek URL seperti bit.ly, adf.ly, tinyurl, dkk.

-atau apabila situs yang dituju menggunakan blogspot (seperti shopee.blogspot[dot]com)

-atau jika situs yang dituju menggunakan domain (seperti .xyz .cf .vip .me .my.id dkk. Pokoknya selain .ac.id/ .go.id/ .com/ .id lah.

-dan mungkin ada yang menggunakan domain populer seperti .com tapi nama domain situsnya plesetan. Misalnya: smartfren[dot]com (situs asli) diplesetin jadi smartpren[dot]com (situs palsu). FYI, tidak ada nama situs domain yang sama di dunia ini. Pasti ada perbedaannya.

Nah, apabila keempat poin kamu temukan. Maka, 99% situs yang kamu temui termasuk web phising yang jelas isinya hoax/palsu/bohong.

Kenapa tidak 100% ? Karena menurut saya, ketika kita dihadapkan pada percaya atau tidak. Berikan 99% maksimal untuk percaya dan/atau sisakan setidaknya 1% saja untuk tidak percaya. Karena 1% persen itu cukup besar untuk menanggung apabila kecewa dan terkhianati.


LIHAT ISI KALIMATNYA


Barulah yang kedua yaitu dibaca isi kalimatnya. Saya biasanya membaca isi kalimatnya di akhir-akhir. Tujuannya supaya tidak terbuai dengan kalimat-kalimat yang sengaja dibuat sebegitu rapinya.

Seringkali, kalimat yang tertera berupa iming-iming seperti uang gratis, kuota gratis, dan hadiah barang. Siapapun yang baca, kemungkinan besar akan tertarik (dalam hal ini belum percaya), jadi mereka cenderung coba-coba dengan mengeklik tautan situsnya.

Dari mencoba klik tautan, sampailah pada situs yang dituju. Kalau sudah masuk ke dalam situs, pada umumnya orang-orang tsb mengikuti instruksi seperti yang tertera di situs seperti mengisi form  berupa nama lengkap, no.hp, alamat lengkap, email, menghubungkan akun sosmed, no. KTP, dsb.

Kalau kita memberikan data-data pribadi kita kepada situs yang terindikasi phising, data kita bisa disalahgunakan untuk tindakan kejahatan. Jadi, sebaiknya dan memang lebih baik jangan mudah klik tautan secara sembarangan. Lebih baik mencegah kan daripada terjebak.

Begitupula jika ada notifikasi yang masuk di hp kalian, jangan asal klik "OK". Baca dulu, mungkin itu notif untuk melakukan verifikasi apabila ada seseorang mencoba masuk ke akun milik kita.

Kembali ke isi kalimatnya. Sepertinya delapan contoh yang tertera diawal, kalau dipikir-pikir isi kalimatnya cenderung tidak logis. Coba dipikir lagi, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan uang gratis/kuota gratis/barang gratis semudah itu?. Mustahil kawan :)

Mungkin kalian sebenarnya ada ragu-ragu meskipun tetep nyoba. Mikirnya mungkin "coba dulu ah, siapa tau dapet, kalau engga dapet ya belum hoki". Wait! Selalu hati-hati ya kawan-kawan. Dunia digital emang keren, tapi tetep kayak ada ngeri-ngeri juga ya.

Oke, saya rasa dua cara tersebut sudah cukup untuk mengidentifikasi apakah pesan berantai yang marak disebarluaskan di WhatsApp itu HOAX atau tidak. Semoga setelah membaca tulisan ini, kita bisa lebih bijak dan berhati-hati.